Beranda » Lokasi Outbound » Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

T Diposting oleh pada 5 Juli 2017
F Kategori
b Komentar Dinonaktifkan pada Gunung Tangkuban Perahu
@ Dilihat 267 kali

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung ini mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.

Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.

Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.

Daerah Gunung ini dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati.

Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam.

Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung Tangkuban Perahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia.

Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini.

Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.

Gunung Tangkuban Parahu pernah mengalami letusan kecil pada tahun 2006, yang menyebabkan 3 orang luka ringan.

Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung.

Di yakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Citarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda.

Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif.

Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika.

Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

 

source : wiki

Komentar dinonaktifkan: Gunung Tangkuban Perahu

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

a Artikel Terkait Gunung Tangkuban Perahu

Floating Market Lembang

Floating Market Lembang

T 25 September 2017 F A admin

Floating Market Lembang yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Pasar terapung di Lembang bisa dikatakan merupakan satu-satunya pasar terapung yang terdapat di Bandung,bahkan di Jawa Barat. Berbeda dengan jenis pasar terapung yang ada di daerah lain di Indonesia... Selengkapnya

Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater

T 2 Oktober 2017 F A admin

Pemandian Air Panas Ciater adalah bagian dari kawasan wisata terbesar di Jawa Barat,menjadikan ciater sebagai kawasan pusat wisata yang terus berkembang dan berbenah diri,dan Pemandian air panas ciater adalah objek wisata paling populer dan primadona-nya,sehingga dalam satu bulan bisa menyedot... Selengkapnya

Kampung Daun

Kampung Daun

T 29 September 2017 F A admin

Kampung Daun adalah sebuah tempat wisata kuliner terbaik di kota bandung,dengan menawarkan konsep Galery alami dan Cafe  atau biasa disebut dengan istilah Cafe and Cultur Gallery, maka tempat ini siap memberikan service pelayanan dengan memanjakan pengunjung atau wisatawan yang berkunjung... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.